Selasa, 01 April 2014

hadits arbain ke tiga


Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Ketiga: Rukun Islam

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ.
[رواه الترمذي ومسلم ]
“Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Al Khatthab radiallahu’anhuma ia mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Islam itu dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, berhaji ke Mekkah dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Penjelasan:
Di dalam hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan bahwa Islam kedudukannya seperti sebuah bangunan yang menaungi dan melindungi orangnya dari dalam dan luar, dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwasanya Islam itu dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan shalat, mengeluarkanzakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan berhaji ke Mekkah, dan berlalu pembicaraan atas semua rukun-rukun yang lima ini di dalam hadits ‘Umar bin Al Khatthab sebelum ini, maka hendaklah merujuk kepadanya.
Pertanyaan: Apa faedah dari pencantuman hadits ini sekali lagi padahal kandungan hadits ini telah disebutkan di dalam hadits ‘Umar bin Al Khatthab radiallahu’anhu?
Jawab: Disebabkan oleh pentingnya topik ini, sehingga penyusun berkehendak untuk memberikan penekanan terhadap masalah ini di satu sisi, dan sisi yang lain bahwa di dalam hadits Abdullah bin ‘Umar ini terdapat penjelasan bahwa Islam itu dibangun di atas lima perkara, adapun hadits ‘Umar bin Al Khatthab tidak dengan susunan kalimat seperti ini, walaupun lahiriyahnya memberikan faedah demikian, dikarenakan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,
“Islam itu mempersaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah…dst.”

Rabu, 25 Desember 2013

tips khusyu dalam sholat

Hay sob setelah yang pertama itu membahas tips anti malas sholat dan sekarang tips agar khusyu dalam beribadah.
Suatu hal yang wajar kalau-kalau waktu melaksanakan sholat kita sering pikirannya kemana-mana. pastinya donk setiap orang pernah sholat tapi lalai (nda tau apa yang dibaca karna pikirannya lagi jalan-jalan)
Nah sebelum menginjak tipnya nih... mari kita bahas sebentar mengenai khusyu. sebenarnya khusyu dalam sholat itu apa sih?


1. Secara Bahasa
Secara bahasa, kata khusyu’ memiliki beberapa arti yang sama:
a) Tunduk, Pasrah. Merendah Atau Diam
Artinya mirip dengan kata khudu’. Hanya saja kata khuduk’ lebih sering digunakan untuk anggota badan, sedangkan khusyu’ untuk kondisi dan gerak-gerik hati (Lihat Mu’jamu Maqasiyisi al-Lughah: II/152, Bashairu Dzawi At-Tamyiz: II/541-543, Tafsir Al-Baghwi: III/301, Tafsir Abi As-Su’ud: VI/123 dan Fathul Bari: II/225)
b) Rendah Perlahan, Biasanva Digunakan Untuk Suara
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
# “Dan (khusyu’) merendahlah semua suara kepada Rabb Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar melainkan bisikan saja.” (QS. Ath-Thaha: 108)

c) Diam, Tak Bergerak.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
# “Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, kamu lihat bumi itu diam tak bergerak, dan apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur.” (QS. A1-Fushilat: 39)
2. Menurut Istilah
Khusyu’ artinya: kelembutan hati, ketenangan sanubari yang berfungsi menghindari keinginan keji yang berpangkal dari memperturutkan hawa nafsu hewani, serta kepasrahan di hadapan ilahi yang dapat melenyapkan keangkuhan, kesombongan dan sikap tinggi hati.
Dengan itu, seorang hamba akan menghadap Allah dengan sepenuh hati. Ia hanya bergerak sesuai petunjuk-Nya, dan hanya diam juga sesuai dengan kehendak-Nya. (Lihat “A1-Khusyu’ fi Ash-Shalah” oleh Ibnu Rajab Al-Hambali)
Adapun pengertian khusyu’ di dalam shalat:
# “Kondisi hati yang penuh dengan ketakutan, mawas diri dan tunduk pasrah di hadapan keagungan Allah. Kemudian semua, itu membekas dalam gerak-gerik anggota badan yang penuh khidmat dan konsentrasi dalam shalat, bila perlu menangis dan memelas kepada Allah; sehingga tak memperdulikan hal lain.” (‘Lihat Al-Khusyu’ karya Al-Hilali)
Pengertian khusyu’ tersebut diambil dari firman Allah:
# “..yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya..” (QS. Al-Mukminun: 1-2)
Mengenai makna kekhusyu’an itu, Ibnu Abbas menandaskan: “Artinya penuh takut dan khidmat.” A1-Mujahid menyatakan: “Tenang dan tunduk.” Sementara Ali bin Abi Thalib pernah menyatakan:
# “Yang dimaksud dengan kekhusyu’an di situ adalah kekhusyu’an hati.
Lain lagi dengan Hasan al-Bashri, beliau berkata:
# “Kekhusyu’an mereka itu berawal dari dalam sanubari, lalu terkilas balik ke pandangan mata mereka sehingga mereka menundukkan pandangan mereka dalam shalat.”
Imam Atha’ pernah berkata:
# “Khusyu’ artinya, tak sedikitpun kita mempermainkan salah satu anggota tubuh kita.
Jadi artinya, kekhusyu’an dalam shalat bukanlah sekedar kemampuan memaksimalkan konsentrasi sehingga fikiran hanya terfokus dalam shalat. Namun kekhusyu’an lebih merupakan kondisi hati yang penuh rasa takut, pasrah, tunduk dan sejenisnya; yang membias dalam setiap gerakan shalat sehingga menjadi nampak anggun, khidmat dan tidak serampangan.
Ada juga yang menjelaskan khusyuk sebagai berikut :
PENGERTIAN KHUSYU' DALAM SHOLAT adalah tuma'ninah (ketenangan). Dengan tuma'ninah itulah kekhusyu'an dalam sholat dapat dicapai. Karena iu, Rasulullah saw memerintahkan agar dalam mengerjakan sholat disertai dengan tuma'ninah, baik ketika rukuk, sujud dan amalan sholat lainnya. Sholat adalah suatu ibadah yang sangat berat kecuali bagi orang-orang yang beriman dan khusyu'. Kadang-kadang sebagian orang tidak sabar dalam mengerjakan sholat, ingin cepat selesai, karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, sehingga ketika rukuk, sujud dan sebagainya tidak disertai dengan tuma'ninah DALIL: HR Ibnu Khuzaimah dari Abi Abdillah Al Asy'ariy, ia berkata: Setelah Rasulullah saw mengerjakan sholat bersama para sahabat, duduklah beliau di tengah kelompok para sahabat. Kemudian datang seorang laki-laki, lalu mengerjakan sholat, kemudian ia rukuk dan sujud dengan sangat cepat, lalu Nabi bersabda: Tahukah kalian (bagaimanakah orang) ini? Barangsiapa mati (dengan sholat sepert) ini, maka ia mati atas selain agama Muhammad, mamatuk solatnya bagaikan burung gagak mematuk darah". HR Ahmad "Rasulullah saw bersabda: Pencurian yang paling buruk yang dilakukan manusia ialah mencuri dari sholatnya. Kemudian orang-orang bertanya: Hai Rasulullah, bagaimana ia mencuri dari sholatnya? Beliau menjawab: Tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya"
Tips agar khusyuk dalam sholat
1. Menghadirkan Hati.
2. Anggap saat itu adalah sholat yang terakhir.
3. Tuma’ninah dan tidak tergesa-gesa dalam shalat.
4. Tadabbur ayat-ayat  dan dzikir-dzikir yang dibaca dalam shalat.
5. Tartil dan memperbagus suara dalam membaca Al Quran.
6. Arahkan pandangan hanya ditempat sujud, dan tidak memalingkan kelainnya.
7. Hindari segala hal yang bisa menyibukkan saat sedang shalat.

Selamat mencoba...

Jumat, 13 Desember 2013

Malas Shalat 5 Waktu yuk baca tipsnya

Bismillahirrahmanirrahim....

Shalat adalah tiang Agama. Nah...jadi kalau tidak shalat berarti tiangnya kemana? Rasa malas sering datang ketika waktunya shalat. Bagaimana cara mengatasinya ?
Mari simak tips berikut :

1. Niat

Segala perbuatan tergantung pada niatnya. Niatkan pada diri kita untuk selalu shalat tepat di awal waktu. Bersungguh-sungguhlah melawan rasa malas itu. Jangan sampai rasa malas menguasai diri kita.

2. The power of habit

Biasakanlah untuk shalat lima waktu berjama'ah dimasjid ( bagi pria), walau pada awalnya terasa berat tapi kalau sudah dibiasakan akan terasa ringan bahkan kita akan merasa rugi bila meninggalkannya.

3. Kontrol diri

Jika rasa malas itu kembali menggerogoti kita, lawan saja. Ingat kewajiban kita sebagai orang muslim, ingatlah balasan/adzab Allah terhadap orang-orang yang meninggalkan shalat.

4. Jangan pernah di tunda

Jika adzan telah dikumandangkan, segeralah untuk berwudhu. Apabila sedang melakukan aktivitas sepenting apapun, berhentilah sejenak. Ini mungkin yang susah dilakukan, tapi menunda shalat akan menimbulkan rasa malas nantinya. Jangan tunda, segera laksanakan shalat.

5. Komitmen

Komitmen terhadap diri sendiri. Shalat itu kewajiban, dan kewajiban itu harus dilaksanakan. Lakukan terus secara konsisten, sehingga shalat pun berubah fungsi menjadi kebutuhan.

Rasa malas itu bisa datang kepada siapa saja. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Yang terpenting adalah niat, usaha, kemauan dan komitmen untuk melakukan shalat 5 waktu tepat waktu.
shincan az shalat
Shincan az shalat...
Berikut video tentang shalat 5 waktu :